Jumat, 13 September 2013

APA SIH ENDOSKOPI ITU ???



Endoskopi adalah pemeriksaan menggunakan kamera khusus yang dimasukkan melalui saluran pencernaan. Masuk melalui mulut, kerongkongan, lambung, hingga bagian usus halus (duodenum, jejunum, ileum). Endoskopi merupakan salah satu pemeriksaan penting dalam dunia medis, karena dengan pemeriksaan ini mampu melihat berbagai masalah dalam saluran pencernaan, misalnya luka dalam yang tersembunyi, tumor yang tidak terdeteksi dengan alat lain (USG dan penanda tumor), maupun masalah yang lain.

Perawat bertanggung jawab terhadap persiapan sebelum dilakukan endoskopi dan setelahnya. Adapun pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis IPD (penyakit dalam), PPDS IPD, maupun perawat spesialis dengan kompetensi elektromedis. Persiapannya adalah sebagai berikut :
Jadwal
Aktivitas,
3 hari sebelum pemeriksaan
Hanya diperbolehkan makan jenis cair saja (misalnya bubur). Makan 3x/hari dan minum air putih saja
1 hari sebelum pemeriksaan
Minum cairan fluid enema 1 botol, lalu minum air putih sebanyak-banyaknya (± 2 liter). Fluid enema adalah sejenis cairan khusus yang digunakan untuk pembersihan sisa-sisa makanan di dalam saluran pencernaan (urus-urus). Pasien diberikan informasi bahwa warna beraknya harus berwarna cair jernih, kalau masih kuning harus minum air putih sebanyak-banyaknya
Saat hari pemeriksaan
·      Cairan fluid enema dimasukkan pada anus/dubur dengan posisi miring, pasien diminta untuk menahan minimal 15 menit
·      Sebelum berangkat ke Ruang Endoskopi, pasien masih diperbolehkan minum air gula 1 – 2 gelas
·      Datang ke Ruang Endoskopi dengan membawa pemeriksaan lab yang ada

Sumber : Prosedur Pemeriksaan Endoskopi RS Panti Nirmala Malang

UNTUK MENGATASI LUKA LAMBUNG DAN PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN LAIN, INILAH OBAT HERBAL YANG PALING AMPUH, TERJAMIN KUALITASNYA, TERJANGKAU HARGANYA !!!

 HARGA PROMO Rp 396.000,- cuma berlaku hari ini
SEGERA ORDER KE NOVAN 0857 55 12 55 21, LANGSUNG KIRIM !!!

CARA MENGHITUNG KEKURANGAN CAIRAN

CARA PENGHITUNGAN DEFISIT CAIRAN
Penghitungan defisit cairan merupakan salah satu langkah penting dalam memberikan terapi cairan pada pasien. Penghitungan defisit cairan harus dilakukan secara teliti agar tidak menimbulkan efek yang buruk pada pasien. Karena apabila terapi cairan yang diberikan melebihi kebutuhan pasien, maka dapat terjadi oedem (bengkak karena kelebihan cairan). Namun apabila terapi cairan yang diberikan kurang dari kebutuhan pasien, maka pasien dapat mengalami dehidrasi berkepanjangan sehingga jatuh ke dalam kondisi syok yang berujung pada kematian. Penghitungan defisit cairan ini mengikuti sebuah skor yang disebut Skor Daldiyono. 

SKOR DALDIYONO
Gejala Klinis
Skor
Gastroinstestinal :
·         Muntah-muntah

1
Keadaan umum :
·         Suara serak

2
Kesadaran :
·         Apatis
·         Somnolen, stupor, koma

1
2
Tanda-tanda vital :
·         TD sistole ≤ 90 mmHg
·         TD diastole ≤ 60 mmHg
·         Denyut nadi ≥ 120x/menit
·         Pernafasan Kusmaul > 30x/menit

1
1
1
1
Kepala dan wajah :
·         Mata dan pipi cowong
·         Bibir sianosis (berwarna biru kehitaman)

2
2
Ekstremitas (tangan dan kaki) :
·         Ujung jari keriput (washer hand)
·         Akral dingin
·         Turgor kulit menurun
·         Kuku sianosis (berwarna biru kehitaman)

1
1
1
2
Usia :      
·         Usia antara 50 – 60 tahun
·         Usia 60 tahun atau lebih

-1
-2

RUMUS DEFISIT CAIRAN
Skor total
Defisit cairan =   -------------------  x  10%  x BB  x  1 liter
15

BJ plasma – 1,025
Defisit cairan = -------------------------- x  BB  x  4 ml
0,001

Sumber : Catatan PPDS IPD FKUB – RS dr. Saiful Anwar Malang